Program Unggulan Yayasan Penuai Indonesia divisi Kejiwaan :

•    Program pemulihan gangguan kejiwaan
Pada saat ini yang menjadi program unggulan kami adalah program pemulihan gangguan kejiwaan. Sejak Pusat Rehabilitasi kami ini berdiri kami terus berinovasi untuk mengembangkan kualitas SDM yang kami miliki, kami juga sangat beruntung sempat mendapatkan kesempatan bekerjasama dan dibantu oleh AUSAID yaitu melalui program AYAD (Australian Youth Ambassador Development), yaitu suatu program pengembangan SDM yang diberikan oleh pemerintah Australia melalui tenaga sukarelawan mereka yang bekerja di tempat kami untuk memberikan pelajaran-pelajaran dan bahan-bahan untuk mengembangkan kualitas SDM para Konselor kami selama satu tahun.

Sejak saat itu kami terus mengembangkan kualitas SDM konselor kami melalui berbagai bahan dari dalam dan luar negeri, hingga saat ini atas kemurahan Tuhan YME kami mampu melayani orang-orang yang terganggu jiwanya dan melalui Terapi pengobatan yang mengikuti perkembangan teknologi disertai pelayanan secara Bio, Psiko, Sosial dan Religi, kami melihat banyak Klien kami yang disembuhkan keadaan kejiwaannya dan bisa kembali menjadi manusia yang optimal dalam fungsi sosialnya.
Hingga saat ini telah banyak sekali klien kami yang sudah kembali ke keluarga dan ke masyarakat dalam keadaan yang baik, namun untuk bisa terus mengalami Pemulihan mereka harus tetap melanjutkan terapi pengobatan/Farmakologi dan untuk itu selama Klien dirawat kami memberikan seminar-seminar kepada mereka dan juga keluarganya melalui Program Family Support Group yaitu pada saat keluarga mengadakan kunjungan ke tempat kami. Kami juga sangat bersyukur bisa menyaksikan sendiri beberapa orang yang dititipkan di tempat kami oleh Departemen Sosial Kabupaten setempat (dua diantaranya datang dalam keadaan terpasung), seluruhnya telah dipulihkan dan telah bisa bekerja lagi, beberapa diantara mereka masih bekerja di dalam panti kami saat ini.

Oleh karena melihat keberhasilan ini, maka kami saat ini sedang mengembangkan kondisi finansial kami melalui Program UEP kami, dimana kami memiliki visi ke depan untuk membangun sebuah panti lain bersebelahan dengan panti yang sekarang sudah ada untuk menampung orang-orang yang terganggu jiwanya yang hidup di pinggir-pinggir jalan, namun kami sadar bahwa untuk merealisasikannya kami masih memiliki banyak kendala dan bahwa kami membutuhkan biaya yang tidak sedikit, maka dari itu kami mengembangkan usaha UEP yang cukup besar agar visi kami tersebut dapat terealisasi sambil kami juga terus mensosialisasikan Visi ini kepada Pemerintah, khususnya kepada Kementerian Sosial RI selaku Pelindung dan Pembina kami, dengan harapan kami dapat bekerjasama dan bersinergi dengan Pemerintah untuk mendukung Program-Program Pemerintah.

•    UEP BUDIYA JAMUR TIRAM
Kami menyadari bahwa kami memiliki kelebihan yaitu memiliki lahan yang luas, oleh karena itu kami mengembangkan Usaha budidaya jamur tiram yang dikelola secara modern dan profesional, menggunakan alat-alat mutakhir seperti Boiler dan Autoklaff untuk proses sterilisasi baglog jamur tiram dan menggunakan mesin baglog untuk proses filler baglog.

kami juga memiliki Lab sendiri untuk pembuatan bibit, dari bibit awal/F0 sampai dengan bibit jadi/F2, dan saat ini kami memiliki 8 kumbung besar yang akan dipakai sebagai kumbung inkubasi dan produksi, dan kesediaan lahan yang luas akan memudahkan kami untuk mengembangkan terus usaha kami ini. Saat ini dengan sarana dan prasarana yang tersedia kami akan mampu memproduksi 10.000 baglog per hari. Target kami adalah kami bisa menjadi supplier baglog dan sekaligus jamur tiramnya.
Di dalam Usaha inilah kami berusaha melibatkan sebanyak-banyaknya Klien yang mampu dan bersedia untuk bekerja agar mereka bisa memiliki modal ketrampilan dan bagi yang lainnya mereka bisa mendapatkan penghasilan dan pekerjaan selepas menjalankan Program Rehabilitasi kami yang mana Proses ini kami sebut sebagi Program Paska Rehab/ After Care.

METODE YANG KAMI JALANKAN:
Saat ini metode rehabilitasi yang kami jalankan adalah metode TC (Therapeutic Community) yang kami aplikasikan dari Pusat Rehabilitasi Daytop di Amerika dan Pelatihan yang diberikan oleh Kemeterian Sosial RI, metode TC ini adalah metode yang saat ini dipakai oleh Pemerintah Indonesia melalui LKS (Lembaga Kesejahteraan Sosial) mereka khususnya dalam Program Rehabilitasi bagi para eks Pecandu Narkoba. Kami mempelajari dan telah membuktikan bahwa Program ini juga cocok untuk diaplikasikan tidak hanya pada Program Narkoba, namun juga pada Program Terapi Kejiwaan.

RENCANA PELAKSANAAN KEGIATAN TC
Kegiatan yang akan dilaksanakan :
Adapun kegiatan yang dilaksanakan dalam program yang telah kami buat adalah :

A. Proses Penerimaan (Intake Proses)
Tahap ini dilakukan untuk mendapatkan Informasi sebanyak-banyaknya baik dari Pihak Keluarga maupun Klien sendiri mengenai Symptom/Gejala2 kejiwaan yang dialami Klien yang akan masuk ke YPI. Informasi ini selanjutnya kami teruskan kepada Psikiater kami, dimana Proses ini akan membantu mempercepat Proses Diagnosa akan Jenis Penyakit Kejiwaan yang diderita Klien kami.

B.Tahap Awal (Primary Stage)
Tahap awal program, dimana kami berharap adanya perubahan positif  melalui Terapi-Terapi yang kami berikan baik melalui Program Farmakologi dan Religi. Dalam tahap ini para konselor bertugas terus mengadakan Monitor dan Evaluasi dan melaporkan kepada Psikiater dengan target utama Klien hilang gejala-gejala kejiwaannya melalui jenis dan dosis Pengobatan yang tepat sesuai jenis penyakit Klien.

C. Tahap Lanjutan (Re-Entry Stage)
Setelah Klien hilang gejala-gejala kejiwaannya, maka Klien akan naik ke tingkat Re-entry dimana dalam Tahap ini kami berusaha untuk merubah Pola Perilaku dan kebiasaan Klien kembali menjadi kebiasaan yang aktif dan Produktif, dimana dalam Proses ini kami memberikan sesi kegiatan yang lebih padat dari pagi sekali hingga sore hari dengan tujuan agar klien kembali terbiasa hidup selayaknya orang normal.

Perlu diketahui bahwa mulai dari Tahap Primary kami berusaha agar Klien Proaktif dalam menjalankan Program Perawatan mereka salah satunya adalah mereka semua memiliki tanggung jawab untuk kebersihan dan perawatan lingkungan tempat tinggal dan barang-barang pribadi mereka, ada 4 Divisi dimana Klien wajib terlibat di dalamnya yaitu : Divisi Laundry (bertanggung jawab terhadap kebersihan pakaian, Sprei dan handuk), Divisi Landscape (bertanggung jawab terhadap kebersihan Lingkungan, taman dan lapangan), Divisi Gastro (bertanggung jawab terhadap makanan, peralatan makan dan kebersihan ruangan makan), Divisi Agama (bertanggung jawab terhadap kebersihan ruang ibadah dan menyusun kursi di ruang ibadah dan ruang serba guna)

D. Tahap Bimbingan Lanjut (Paska Rehab/After Care)
Merupakan program yang ditujukan bagi eks client/residen yang telah menyelesaikan program dan bertujuan memberikan tempat / wadah / kelompok yang sehat dan positif yang saling membangun, sekaligus juga dalam tahap ini kami akan memantau apakah Klien telah menbyadari kelemahan-kelemahan mereka (Gejala Kejiwaan) yang pernah mereka alami dan Ketrampilan untuk mengatasinya (termasuk melanjutkan Terapi Farmakologi) yang selama ini mereka terima. Karena dari pengalaman kami selama dua belas tahun berkecimpung dalam bidang ini.

Masalah terbesar yang akan dialami Klien bukanlah bagaimana menghilangkan gejala-gejala kejiwaan mereka, namun bagaimana mempertahankan pemulihan mereka (umumnya setelah pulih Klien akan mencoba untuk menghentikan Terapi Farmakologi/Pengobatan tanpa mendiskusikannya dengan ahlinya/Psikiater
Seringkali terjadi bahwa, ketika resident telah menyelesaikan program pembinaan di YPI, keluarga yang bersangkutan belum siap menerima kembali klien tersebut, sering juga terjadi klien sulit mendapatkan pekerjaan karena adanya stigma dan diskriminasi baik dari lingkungan, dunia usaha ataupun dari keluarga mereka sendiri.
Oleh karena itu YPI membentuk Divisi Paska Rehab dengan tujuan agar para klien bisa mengembangkan talenta dan ketrampilan mereka dalam dunia usaha, sambil membiasakan mereka untuk memiliki pola hidup bekerja, dan juga mencoba membuka peluang mereka untuk berkarier.