PROFILE YAYASAN PENUAI INDONESIA DIVISI NARKOBA/NARKOTIKA

Yayasan Penuai Indonesia

Yayasan Penuai Indonesia adalah sebuah Yayasan Nirlaba yang mulai dibangun sejak tahun 2001 dengan latar belakang pendiri yang kehilangan anak lelaki satu-satunya karena overdosis pemakaian narkoba pada tahun 1999. Pendiri Yayasan Penuai Indonesia (selanjutnya kami singkat menjadi YPI)

Pada pertengahan tahun 90 an sempat mengalami saat-saat dimana beliau kesulitan mencari Pusat Rehabilitasi Sosial untuk merawat dan menolong putranya agar bisa terbebas dari kecanduannya, pada saat itu setiap Pusat Rehabilitasi sudah penuh dan putra beliau harus menunggu sampai ada klien yang keluar dahulu dari Pusat Rehabilitasi baru bisa memasukkan anaknya ( Waiting List).

Pada saat putra satu-satunya meninggal itulah, beliau memiliki tekad untuk membuka sendiri Pusat Rehabilitasi agar tidak ada orang tua lainnya yang akan mengalami kejadian seperti beliau alami, maka pada tahun 2001, pendiri meninggalkan usaha Kontraktor Engineering yang selama ini dijalaninya dan dengan segala daya upaya, cucuran keringat dan air mata, dengan segala aset pribadi yang dimiliki Pendiri mulailah kami mendirikan YPI dengan tujuan yang besar agar YPI ini bisa menjadi Pusat Rehabilitasi yang besar dan baik agar mampu menolong setiap orang yang mengalami ketergantungan Narkoba dan Zat Adiktif agar mampu melepaskan diri dari kecanduannya dan bisa kembali menjadi warga negara Indonesia yang akan berguna bagi Nusa dan Bangsa

Sebab seperti kita bersama ketahui bahwa para pecandu tersebut sesungguhnya kebanyakan adalah orang-orang yang memiliki Potensi yang sangat baik, namun dikarenakan jebakan dari para Mafia Narkoba yang telah merusak lingkungan mereka sehingga mereka terjerat menjadi Pecandu Narkoba dan zat adiktif dan pada saat mereka menyadari hal ini semua seolah-olah sudah terlambat dan mereka sulit sekali melepaskan diri dari kecanduan mereka, meskipun mereka memiliki Niat yang tinggi untuk bisa lepas dari kecanduannya.


Awal kami mendirikan Pusat Rehabilitasi kami hanya menerima bayaran sukarela dari Klien yang mau masuk ke YPI, dan pada saat itu hampir 80% Klien yang kami layani malah tidak membayar biaya apapun untuk dapat menjalani Program Rehabilitasi yang kami berikan, namun semakin hari kami semakin belajar bahwa tanpa keuangan yang kuat mustahil kami bisa memberikan pelayanan yang terbaik kepada setiap Klien yang kami layani, sehingga kami mulai memperbaiki Management YPI dan mulai bekerja secara Profesional, kami mulai sistem subsidi silang dimana Klien yang mampu akan membantu Klien yang tidak mampu.